Jenis-Jenis Reksadana

rds

Reksadana (RD) bisa dibilang salah satu instrument investasi yang “nggak perlu mikir“, karena konsepnya emang investor tinggal setor dana saja, yang akan manage dana tersebut adalah pihak Manager Investasi. Ada berbagai produk reksadana dengan beberapa jenis didalamnya. Ketika pertama kali mau beli RD, pasti nanti bakal ditanya apa tujuan investasi misal buat nikah, buat beli rumah, naik haji ato umroh gitu, hal ini untuk menentukan jangka waktu. Lalu calon investor juga akan disuruh untuk mengisi/menjawab ‘profil resiko‘. Dari jangka waktu dan profil resiko tadi akan menentukan rekomendasi produk mana yang cocok dengan si calon investor tadi.

Contohnya misal, ada om Slamet, Untung, dan Bejo. Ketiganya sama-sama membeli RD “Jaya Selamanya” pada harga Rp5000/unit. 1 bulan kemudian ternyata harganya turun menjadi Rp4500/unit alias sekitar -10%, si Slamet ini ternyata sudah mulai heboh dan buru-buru menarik uangnya karena dia takut kalau harganya terus turun sedangkan si Untung masih tetap mampu menahan dan akan menarik uangnya kalau turun terus hingga Rp4000/unit (ini disebut juga stop-loss), beda lagi dengan Bejo, dia masih tenang-tenang aja karena menurut dia emang sedang fluktuasi sehingga dia fikir nanti juga naik lagi. Nah dari ilustrasi diatas bisa jadi contoh bahwa si Slamet ini karakternya konservatif alias lebih kearah yang aman-aman saja, sedangkan si Untung mungkin condong ke kelompok Moderate, dan si Bejo adalah tipe Agressif. Hal itulah yang akan dicari tahu oleh Manager Investasi untuk memberikan rekomendasi produk RD kepada calon investor. Rekomendasi itu boleh diterima, boleh ditolak, bebas… eksekusi ya terserah si calon inverstornya..haha… Berikut jenis-jenis reksadana yang akan ada hubungannya dengan jangka waktu dan profil resiko seperti yg sudah dijelaskan diatas

1. Reksadana Pasar uang

Reksadana pasar uang ini adalah reksadana dimana 80% dana investor akan dialokasikan ke pasar uang seperti deposito, surat hutang bank dan surat berharga lainnya. Ini adalah jenis paling konservatif dengan kemungkinan penurunan yang kecil (banget), bahkan kalau dilihat dari data historik nilainya ‘naik terus‘. Namun besarnya resiko berbanding lurus dengan besarnya gain, karakter dari reksadana jenis ini adalah low-risk low-return alias tumbuhnya juga kecil. Biasanya nilai pertumbuhan reksadana jenis ini ‘mirip-mirip’ dengan deposito karena memang sebagian besar dana juga dialokasikan ke pasar uang..haha… rata-rata pertumbuhan per tahun di kisaran 5-7%, mirip kan ya dengan deposito. Berikut kira-kira gambaran performanya, damai-damai gitu, naik stabil tapi dikit2.

2 pasar uang

Lalu bedanya dengan deposito apaan dong? deposito ‘hanya’ bisa diambil pada waktu yang sudah ditentukan, sedangkan RD liquid bisa diambil kapanpun. Deposito bisa diambil diluar ketentuan sih tapi bakal kena penalti. Lalu RD juga tidak kena pajak, sedangka deposito kena pajak.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana versi ‘aman‘ yang kedua adalah pendapatan tetap dimana dana investor akan dialokasikan minimal 80% ke obligasi atau surat hutang negara. Jenis ini ‘sedikit’ lebih fluktuatif daripada RD pasar uang, kemungkinan turunnya juga nggak begitu besar dengan return yg sedikit lebih besar dari pasar uang. Kenapa bisa lebih besar? karena kalau pasar uang seperti deposito setahuku memang ada aturan dari pemerintah mengenai minimal suku bunga..dll yg disesuaikan dengan inflasi, makanya return dari deposit biasanya mepet dengan inflasi..haha… sedangkan ini performanya dipengaruhi oleh obligasi. Jenis ini ‘mungkin’ returnnya sedikit diatas pasar uang di kisaran 7-13%.

3. Reksadana Campuran/Ballanced

RD Campuran/Ballanced, kalau pas pertama aku daftar RD dulu jenis ini dikatain RD Banci juga sama mbak-mbak yg bantu aku beli RD dulu..haha.. RD jenis ini, dana investor dialokasikan ke saham, pasar uang, obligasi..dll dengan rasio maksimal 80%. Jadi misal RD “Maju Mundur”, mengalokasikan 60% di saham, 20% obligasi, 20% pasar uang..gitu.. semakin banyak alokasi ke saham maka semakin agresif juga pergerakannya. RD ini masuk di kategori Moderate. Kalo kata mbak-mbak dulu kenapa dia bilang ini RD Banci karena kalau saham pas lagi naik, efenya nggak naik-naik banget terhadap RD ini, sedangkan ketika saham lagi turun jg RD ini nggak turun-turun banget..haha.. kalau dibandingkan dengan pasar uang dan pendapatan tetap terlihat RD versi ini memang lebih fluktuatif. Selain itu karena pada jenis ini melibatkan saham maka juga akan ada kemungkinan minus. Misal RD X, ada alokasi ke saham perusahaan XYXY, ternyata kinerja perusahaan itu menurut maka juga mempengaruhi sahamnya dan ujung-ujungnya mempengaruhi RD juga. Returnnya bisa sampai belasan persen per tahun, tapi jangan lupa, ada kemungkinan minus juga walaupun nggak terlalu extrem. berikut bisa lihat perbandingan antara pasar uang, pendapatan tetap dan ballanced dibawah ini:

3 pasar uang vs pendapatan tetap vs balanced
orange=pasar uang; merah=pendapatan tetap; biru=ballanced

4. Reksadana Saham

Ini adalah jenis RD paling aggresif, minimal 80% dana investor dialokasikan ke saham. Sepengalaman saya pergerakan ‘harian’ jenis ini bisa sampe 1% lebih, fluktuatif kan… Coba berimajinasi, misal ada RD saham 100jt, kena pergerakan harian 1% saja maka dalam sehari bisa saja -1jt atau +1jt..haha.. RD jenis ini benar-benar high-risk, high-return. Pada suatu kondisi bisa saja nilainya turun hingga puluhan persen contohnya ketika akhir 2013 atau kisaran oktober 2015, RD jenis ini turun hingga kisaran 30an persen kata itu…gila juga kan? tapi returnnya oke juga, dalam hitungan tahun return bisa menyentuh angka 25% atau bahkan lebih.. intinya rentang return dari RD jenis ini adalah ‘minus sekian hingga plus sekian’. RD ini biasanya direkomendasikan untuk jangka panjang, karena kalau dalam jangka pendek bisa saja masa-masa sekarang memang trendnya baru turun. Tapi ujung-ujung saham mah hubungannya dengan timing yang tepat sih. Berikut fluktuasinya kalau dibandingkan dengan RD pasar uang, pendapatan tetap dan ballaced, kita lihat versi  rentang 1 tahun dan 5 tahun:

4 pasar uang vs pendapatan tetap vs ballanced vs equity 1year
proyeksi 1 tahun(aug15-jul16); orange=pasar uang; merah=pendapatan tetap; biru=ballanced; ijo=rd saham
proyeksi 5 tahun; orange=pasar uang; merah=pendapatan tetap; biru=ballanced; ijo=rd saham
proyeksi 5 tahun; orange=pasar uang; merah=pendapatan tetap; biru=ballanced; ijo=rd saham

Lalu biasanya ada pertanyaan kenapa nggak langsung main saham aja daripada beli RD saham? oke, jadi dalam RD saham ini dana akan dialokasikan ke beberapa saham oleh Manager Investasi (MI), mau dimasukan ke saham apa saja, berapa persentasenya itu urusan si MI, pokoknya kita tinggal setor, terima jadi performanya, nggak perlu mikir. Nah kalau main saham langsung, maka kapan jual, kapan beli, mau dialokasikan ke saham apa saja itu urusan kita pribadi, kita atur sendiri, kita perlu update informasi terhadap kondisi pasar..dkk.. Yaa tiap orang punya karakter sendiri-sendiri sih mereka jenisnya kyk gimana, ada yg males mikir beginian maka dimasukanlah ke RD, ada yg seneng mengamati beginian, suka tantangan lalu masukin ke saham. Saya pernah sekilas baca artikel juga mengenai orang-orang yg berhasil dalam saham & trading sehingga ada istilah “trading for life” yg maksudnya ‘sekedar’ trading doang udah cukup buat hidup..haha..

Berikut kalo mau lihat perbandingan antara RD saham dimana RD tersebut isinya dari beberapa saham vs saham. 1 saham yg lagi booming akhir2 ini, 1 saham stabil2 aja.. hal ini menunjukkan kalau mau main saham kita memang perlu mempelajari karakter dari perusahaan minimal yg mau kita beli sahamnya dan kondisi ekonomi 🙂

9 rd vs saham
orange=rd saham-schisi; merah=saham indf; biru=saham ctra

Lalu pertanyaan lain yg biasanya sering muncul – “Emang ngapain perlu investasi, emang apa bedanya dengan ditabung aja”. Intinya kalo ditabung ‘biasa’ maka lama-kelamaan nilainya turun, karena ada inflasi, akan lebih baik kalau dana tersebut digunakan untuk Usaha, atau Mengembangkan Diri. Jika ternyata tidak sempat atau belum bisa melakukan tersebut ada baiknya kalau dana tersebut “dibekukan” supaya tidak terlalu nganggur dana tersebut, lagipula kalau orang punya dana liquid yang gampang digunakan seperti uang di ATM, maka ‘biasanya’ akan memicu gaya hidup yang lebih konsumtif. Lagipula investasi juga nggak ribet2 amat, ada berbagai jenis instrument investasi tinggal pilih mana yang sesuai dengan karakter diri masing2. Berikut gambarannya kalau ada Uang, disimpan ke tabungan biasa, inflasi, deposito, dan RD saham..

7 rd vs deposito 2004

 

***tambahan:

Diantara jenis-jenis reksadana diatas ada RD Syariah, bedanya RD syariah tidak mengalokasikan dana investor ke perusahaan2 yang tidak ‘agamis’ seperti perusahaan alkohol, perusahaan rokok atau apalah gitu.

Advertisements

2 thoughts on “Jenis-Jenis Reksadana

    1. Reksadana itu produk, nah yang jual reksadana ada banyak sih, yang jual reksadana bisa langsung manajer investasinya, bank, atau instansi2 sekuritas.. Jadi contohnya bank BCA dia jual reksadana A, B, C. Bank Commonwealth jual reksadana X, Y, Z, Indopremier jual A, X, Y..

      Nah bebas-bebas aja sebenernya beli RD melalui BCA, Commonwealth ato manalah (contoh diatas). Kalo saya dulu lihat2 performa RD yg bagus2 apa aja, lalu lihat siapa aja yang jual RD tersebut, setelah itu bandingin diantara yang jual RD tersebut regulasi didalamnya gimana (fee, cara transaksi..etc) dan produk yang dijual apa saja. Semakin banyak & variatif produk RD yg dia jual, makin bebas kita bisa ganti-ganti RD (switching..dll), lalu semakin mudah transaksi, semakin enak juga kita deposit ato withdraw..

      Mungkin kalo mau awal-awal masuk, Commonwealth cukup terkenal karena produk yg dua jual cukup banyak alias variatif, selain itu juga initial depositnya terbilang kecil antara 500rb-1jt doang. Kalo mau sekalian main saham misal bisa ke indopremier ato apa gitu..

Komen dimari gann....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s