Pelajaran Dari Menjinakkan Kucing Liar di Kosan

Akhirnya mau dielus-elus juga :D
Akhirnya mau dielus-elus juga 😀

Ceritanya kangen sama peliharaan kucing di rumah dulu, terinsipirasoo nyobain trik dari kaskus plus kebetulan di kosan ada anak kucing+emboknya yang tak bertuan nih, jadilah sebuah misi untuk menjinakkan kucing 😀 . Dari misi ini didapatlah beberapa pelajaran yang dekat penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Oke, misi dimulai 4 hari lalu. Pas siang, si kucing molor di tempat jemur pakean, awalnya aku coba dekati pelan-pelan, tetep aja tuh kucing takut, lari..haha… sorenya aku beli makan di warteg, bungkus, buat dibagi sama kucing, awalnya dia ambil makanannya terus dibawa kabur, ambil lagi, kabur lagi. sampai akhirnya dia mau makan ditempat. Pada saat itulah setidaknya si kucing tahu kalo aku yang kasih makan, mayan sampe sini setidaknya udah kenalan 😀

Day-2, peningkatan, setidaknya dia sudah nggak begitu takut lagi, udah mulai bisa disentuh pas makan. Dan akhirnya day-3, dia sudah bisa disentuh walau pas lagi makan. 3 hari doang si kucing udah cukup jinak, entah ane emang yang berbakat kali yaa…haha…. tapi yang jadi catetanku selama penjinakan dilakukan secara intens, jangan sampai membuat dia trauma.

DSC_0241

Nah pelajaran yang aku ambil dari misi ini Berbuat baik itu baik, dan akan lebih baik lagi kalau orang tahu seperti ketika ngasih makan kucing, pastika si kucing tahu kalau ‘aku’ yang kasih makan. Bukan maksudnya disini untuk pamrih, tapi gimana kita nge-build nama kita, gimana supaya orang tahu siapa kita, tahu kemampuan & potensi yang  kita miliki, yang nantikan akan pengaruh ke nilai jual diri.

Salah satu temanku di DKV pernah cerita yang intinya kalau kadang karya seni yang Ngetop itu nggak bagus-bagus amat, tapi karya seni diciptakan dari orang yang sudah populer, sehingga karyanya pun juga lebih dikenal orang sehingga punya potensi sukses yang jauh lebih gede. Banyak juga orang yang sebenarnya bisa menghasilkan karya yang lebih bagus, cuma dia kurang dikenal, sehingga karyanya yang buagus itu juga kurang ke-expose. that is! Seperti kata yang ngisi seminar beberapa saat lalu “make your name googleable” 🙂

Nah itulah yang paling kepikiran, “Make your name”. Setidaknya di usiaku sekarang, masa remaja adalah fase paling semangat untuk ‘make my name’, semoga bisa bikin nama yang bagus..haha…

telimqacih kakak, nasinya enak sekali
telimqacih kakak, nasinya enak sekali

DSC_0233

“Make your name, so the world will know who you are 🙂 “

One thought on “Pelajaran Dari Menjinakkan Kucing Liar di Kosan

Komen dimari gann....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s