Alasan kenapa Anak “Nakal” bisa Lebih Sukses daripada Anak Kutu Buku

siluet-aktivis-dakwah[1]Iseng2 lagi berpikir kalo ternyata anak2 nakal yang dulunya ada di sekolah waktu SMP atau SMA, mereka itu saat dewasanya mempunyai kemungkinan sukses lebih besar dari mereka yang kutu buku.. hmmm….. tanya kenapa???

BEGINI ___________analyzing mode>>………….

kalo menurut analisis ane.. jadi ada beberapa alasan yang membuat si anak nakal bisa lebih sukses ( kita ambil sisi positifnya yuk gan! )

1. koneksi, jaringan pertemanan

Anak nakal :: biasanya banyak temennya, kelompok tukang maen ngalor ngidul, geng2 club2 motor mobil dsb.. dan memang.. sampai kita dewasa yang kita butuhin itu koneksi buat berbisnis. dan koneksi itu datangnya dari teman2 kita.. dari sisi pengetahuan kemungkinan mereka si anak nakal lebih tau tentang ilmu umum dan cara-cara bergaul dan menghadapi orang lain….

kutu buku :: coba bayangin si kutu buku, mereka tiap hari belajar, jarang bergaul, bergaul cuma sama kertas ulangan buku pena dan pensil.. saat mereka lulus sekolah dan sukses. lah mao cari bisnis kesiapa, siapa yang mao ngajak bisnis bareng…(mereka biasanya kurang dalam bergaul)

Kesimpulan :: banyak2 pergaulan rajin2 belajar, ambil keduanya dari si nakal dan si rajin

2. Mental baja, berani

Anak nakal :: cenderung berani, mereka tidak takut dihukum guru, berdiri di depan kelas dihukum senyam senyum, nilai jelek ga dimasukkan ke hati (mental baja)

Kutu Buku :: Terus belajar karena takut nilai jelek, kalau ulangan dapet jelek langsung keringet dingin pusing kepala, bleeggg!! pingsan 😛

Kesimpulan :: Dalam berbisnis itu selalu ada menang dan kalah, dan kalu kita liat si nakal, mereka itu lebih berani mencoba tanpa takut, dan kalau kalah atau salah ya sudah kita coba lagi… kalo si anak kutu buku, kita ambil sisi persiapannya, mereka selalu menyiapkan diri sebelum melakukan sesuatu…

3. Kreatif, Out of Line, tidak manut2 saja/mencoba yg menurut diri mereka baik..

Anak nakal :: lebih banyak akal buat bertahan hidup, misalnya dalam ulangan dia ga mengerti harus buat apa biar lulus, nah otak mereka dipakai buat mencari 1000 cara mencontek, dan tahu sendiri hasil dari itu semua? Mereka jadi pribadi yang kreatif dan bermental kuat ( karena mencontek itu deg2an, butuh mental superkuat, kadang2 butuh berfikir lebih keras daripada mengerjakan soalnya )

Kutu Buku :: Satu-satunya jalan ya belajar biar bisa nilai bagus, dan cara yang mereka pilih ya belajar, cuma 1 cara…

Kesimpulan :: Banyak2 lah mencari akal dan jadilah orang yang kreatif dalam berbisnis biar kita bisa sukses!

 

kesimpulan akhir :: dari hasil analisa diatas, anak nakal bin suka bikin ulah memiliki kemungkin sukses yang lebih besar daripada anak kutubuku.. tapi alangkah baiknya jika kita mampu mengambil sisi positif dari analisa diatas.. 😀

 

Refferensi : (1) note fb & (2) artikel

20 thoughts on “Alasan kenapa Anak “Nakal” bisa Lebih Sukses daripada Anak Kutu Buku

    1. Nakal dalam tanda kutip loh…haha…

      disitu ditekankan anak nakal ke arah orang yang mentalnya kuat, berani ambil resiko, banyak relasi dan pengalaman, kreatif… sedangkan yang kutu buku digambarkan orang yang kenalnya sama buku aja, relasi kurang, mental lembek…nah ini nih. makanya di kesimpulan akhir “ambil baiknya” 🙂

      1. point nya jangan berlebihan.. berlebihan jadi anak nakal tampa paham hal hal positif jadinya kek kriminal +koruptor, kalau berlebihan kutu buku ya gak pnya relasi.. Imbang antara kutu buku dan kenakalan.. Tulisannya bagus. Nice share mbak.

      2. “berlebihan jadi anak nakal tampa paham hal hal positif jadinya kek kriminal +koruptor”

        menanggapi komentar wahid,,,jangan salah,,
        emang koruptor2 di Indonesia tampang2 anak nakal?
        bukan,,,liat aja tampang2 para korutor (Anas korbaningrum, Majasrudin, Andi Malarangong ),,culun2 gitu,

        Anak kutu buku yang dulu jama sekolah pengen nakal tapi malah g tercapai

  1. Masuk akal juga analisanya, mas. Memang anak2 nakal di sekolah itu bisanya lebih kreatif. Sama seperti orang yang merantau di suatu daerah (jauh dari kampung kelahirannya) biasanya mereka lebih kreatif dan lebih sukses dari penduduk asli.

    1. Antara “Kutu Buku” dan “Nakal” disini sebenarnya sekadar kiasan. Bukan berarti jadi nakal terus sukses, yg kutu buku terus nggak sukses gitu. Tapi ada penekanan di bagian membangun relasi, mental yang kuat. makanya di bagian kesimpulan akhir dituliskan “ambil sisi baiknya” 🙂
      Jadi kutu buku yang punya banyak relasi, mental kuat, pengalaman dan karakter yang bagus, semua orang sangat mungkin jadi sukses 🙂

  2. klo saya setengah nakal dan setengah kutu buku, jadinya apa ya mas,,, :D…
    coba saya nemuin tulisan ini waktu masih sekolah,, jadi ga setengah-setengah nakalnya… hihihi

  3. Gw dulu nakal… Dan gw sekarang jadi Dokter-Model-Aktifis..!!! Hahahahaha…
    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

  4. Kalo menurut saya ga gitu juga. Semua balik lagi ke lingkungan sekitarnya yg lebih berperan utk membentuk kepribadian dan mental si anak.

    Ada juga anak nakal trus kebablasan jadi kriminal. Yang namanya anak itu butuh pengarahan dan yang sangat berperan dalam mengarahkan anak itu adalag orang tua dan lingkungan.

    Salah satu prinsip orang sukses adalah sering2 berkumpul dengan komunitas orang sukses.

    Jadi artikel analisa diatas hanya sekedar analisa nyocok nyocok kan kondisi dan situasi dan tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

    Bahayanya adalah jika ulasan diatas di telan mentah2 oleh orang tua atau anak yg membaca artikel tersebut dan kebablasan.

  5. Sukses yang bagimana?, Bukankah dokter terhebat Amerika adalah seorang kutu buku?, bukankah para ilmuan alias para penemu teknologi adalah kutu buku? jadi betapa dasyatnya pengaruh dari para kutu buku, yaitu orang yang tidak kutu buku pun ikit sukses.

    1. Sukses itu artinya luas om. Sukses yg dipandangan sampean itu sukses dilihat dari perspektif ilmu pengetahuan. Coba lihat arti Sukses lebih luas. Contoh Om Bob (Alm. Bob Sadino) yang menganut ajaran “bodoh” itu, dia bukan kutu buku (aku yakin), kuliah juga ga lulus.. dan lihat suksesnya gimana 🙂
      Lalu seorang atlet, setauku kebanyakan mereka juga bukan kutu buku. Terutama yang “sukses” di model enterpreneur rata-rata mereka Sukses lebih karena berani bertindak, membaca peluang, Relasi, pengalaman hidup..

      So, coba lihat arti kata “sukses” dalam perspektif yang lebih oke 🙂

Komen dimari gann....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s