Bagaimana Membuat CV yang Akan Dilirik Para Manager

sample

Putri seorang sahabat saya (lulusan ITB) mengirimkan pesan dan bertanya, bagaimana cara membuat CV supaya menarik perhatian HRD dan manajer yang merekrut.

Pertanyaan ini sangat wajar ditanyakan, karena mestinya pada saat ini HRD menerima banyak sekali CV dan harus menyeleksi dari sekian banyak CV tersebut untuk beberapa posisi (yang sedikit sekali) yang ada.

Berbekal belasan tahun pengalaman saya menjadi pimpinan HR dari beberapa perusahaan multi nasional, saya akan mencoba berbagi pengalaman untuk mencoba memperbaiki cara kita menulis CV.

Sebelum saya memulai sharing ini, saya akan memberikan sebuah analogi, tentang seorang anak laki-laki (namanya Andi) di SMA yang sedang jatuh cinta kepada seorang gadis (namanya Bunga).

Pertama kali Andi akan mencoba mengenal Bunga. Kemudian Andi akan sibuk mancari tahu apakah yang disukai Bunga dan yang tidak disukai Bunga. Andi sampai tahu lagu kesayangan Bunga, siapa penyanyi yang disuka, buku-buku apa yang dibaca Bunga.

Kemudian mulailah Andi berani mengajak Bunga ngobrol, dari diskusi ringan, sampai obrolan tentang cita-cita ke depan.

Bunga pun mulai tertarik pada Andi. Mereka mulai sering jalan-jalan bersama.

Dan pada saat yang tepat akhirnya Andi mengutarakan isi hatinya melalui surat cinta kepada Bunga.

Mudah diterka, Bunga pun menerima cinta Andi.

Kita lihat cerita berikutnya, Tono, yang juga sekolah di SMA yang sama.

Tono juga berusaha mempunyai kekasih. Tetapi Tono menggunakan cara yang berbeda.

Tono menulis surat cinta. Kemudian surat cinta ini difoto copy rangkap 20. Kemudian dimasukkan ke dalam 20 amplop. Pada amplop ditali nama 20 gadis di kelasnya. Kemudian surat-surat cinta ini dikirimkan ke rumah 20 gadis-gadis itu, sambil berharap, siapa tahu ada seorang gadis yang menerima cintanya.

Saya yakin, kita semua tertawa mendengar cerita Tono.

Tapi kalau analogi ini kita kembalikan pada proses melamar pekerjaan, methode mana yang biasanya diterapkan, metode Tono atau Andi.

Kita semua sibuk membuat “SATU” surat lamaran dan CV, kemudian kita fotocopy 20-30 copy, kadang-kadang malah kita copy 100 kali. Kemudian kita kirimkan ke 20, 30 atau 100 perusahaan yang berbeda. Dan kemudian kita berharap semoga ada yang akan tertarik dengan lamaran itu dan memanggil kita untuk wawancara. Ini metode Tono!

Sayangnya metode Tono ini biasanya tidak berhasil mencapai tujuan, baik dalam mencari pacar, ataupun melamar pekerjaan.

Ternyata, baik itu dalam tujuan mencari pacar atau mencari pekerjaan, ada satu kesamaan, “Kenalilah target anda!” (Know your audience!).

Lalu bagaimana kita menerapkan ini dalam mencari pekerjaan.

Pertama tulislah CV yang singkat dan tepat. Saya heran membaca CV seorang yang baru lulus dan CV nya sudah 3 halaman, terkadang malah 5 halaman.

(Saya sudah berpengalaman kerja lebih dari 20 tahun, punya 2 Master (Computer Science dan MBA), pernah jadi engineer, trainer, sales, project manager dan HR, dan CV saya hanya 1 halaman).

Tolong jelaskan ke saya, bagaimana seorang yang baru lulus bisa punya CV yang 5 halaman?

CV yang tepat hanya mencantumkan hal-hal yang relevan (please …. Nggak akan ada yang tertarik untuk mengetahui kalian dulu lulusan SMA mana, SMP mana, ada yang malah menulis sampai SD tempat dia lulus. Barangkali akan ada yang menuliskan Rumah Sakit di mana dia lahir, dan mungkin hotel di mana ibu bapaknya berbulan madu waktu mem”produksi” dia)

Ijasah terakhir sudah cukup. Kalau punya S-2, bolehlah ditulis S-2 nya bidang apa, dari mana, dan kemudian S-1 nya bidang apa, dari mana.

Next, daftar training yang pernah diikuti sewaktu mahasiswa, (biasanya ada yang mencantumkan daftar 36 training kepemimpinan yang pernah diikuti). Hal ini tidak perlu dicantumkan.

Intinya sederhana, tulis kwalifikasi (S-1 atau S-2 dalam bidang apa, dari universitas mana).

Terus, tuliskan kira-kira kelebihan anda apa (dibandingkan dengan orang lain).

Ini yang namanya differentiator, what would separate you from the crowd, apa yang membuat anda berbeda dari orang lain.

Misalnya (sering memberikan presentasi, sering bekerja dalam team, berpengalaman berorganisasi …dll).

Please … please jangan menulis hard-worker, quick-learners, perfectionist … dll. Be specific.

OK, sekarang CV yang singkat dan relevant sudah jadi. What’s next?

Remember, jangan menjadi Tono, yang menulis surat cinta yang sama ke 20 orang gadis.

Jangan pernah menuliskan surat lamaran yang sama ke 20 perusahaan.

Jadi pertama kali carilah info perusahaan manakah yang anda dambakan untuk bekerja di sana.

Kemudian, Andi harus bekerja keras untuk mengenal Bunga dan mencari semua informasi tentang  Bunga.

You have to do exactly the same thing.

Kenali perusahaan di mana anda bekerja, cari info sebanyak mungkin tentang perusahaan tersebut. Bidang apa yang sedang digeluti perusahaan tersebut. Apakah bisnis perusahaan itu sedang bagus, berkembang atau sedang turun. Siapa saja customer perusahaan tersebut. Siapa competitor perusahaan tersebut. Apakah tantangan perusahaan tersebut di masa depan.

Di mana harus cari info? Kenalan anda, buku-buku, majalah bisnis, atau internet akan sangat banyak membantu.

Next, pada saat anda akan join perusahaan tersebut, anda tidak akan ongkang-ongkang kaki nunggu gaji kan? You have to work. You have to contribute! You have to help this company.

In order to help them you have to understand what their problems are.

Based on the understanding of what their problems are, you will offer your help.

Jadi pada intinya adalah:

– Understand your strength (your short CV)

– Understand what are the challenges the company is facing

– Show that you can help them …

Dengan CV dan surat lamaran yang singkat itu, anda akan mempunyai peluang yang lebih besar untuk dipanggil wawancara dan diterima.

Remember, how it worked for Andi and Bunga? It will work for you too!

Ini contoh sebuah lamaran (cover letter yang eye-catching!)

———————————————————————————————————

Dear HR Manager,

I understand that your company is expanding your business from a traditional telecommunication company to providing innovative services to your customers, including setting up a new music services.

With my bachelor degree in telecommunication, my MBA, and my passion in music (I played piano since I was 5 years old), I am sure that I can contribute a lot in your new business.

You could contact me at 0812123456 and let’s discuss about career opportunity and potential cooperation between us.

Best Regards,

Andi Jadulwadi 

————————————————————————————————————

What do you think?

Singkat, padat, tepat!

Lamaran yang begini yang akan eye-catching, daripada mengirim ramalan formal yang kita copy dari buku atau dari website.

You want another example?

Look at this….

————————————————————————————————————

Dear HR Manager,

I read in “SWA” magazine, that your company is now developing a new product in ……….. (specify the area).

With my qualification as ……. And my final thesis in …………. I am sure I can contribute to the new product development in your company.

Let’s discuss face to face to  discuss about career opportunity and potential cooperation between us.

Best Regards,

Indra Dirgantara

————————————————————————————————————

Again, singkat, padat dan relevant.

So, remember, what you have to do for your CV and cover letter.

– Understand your strength (your short CV)

– Understand what are the challenges the company is facing

– Show that you can help them …

Good luck!

Reference : http://pambudi2011.weebly.com/bagaimana-membuat-cv-yang-akan-dilirik-para-manajer.html

Berikut ini saya kasih contoh CV yang di segi design ‘cukup’ eye catch untuk first look. selanjutnya buat isinya menarik pula 😀

cv

 

24 thoughts on “Bagaimana Membuat CV yang Akan Dilirik Para Manager

  1. Very nice blog. Skarang studi kasus pak.
    — Posisi yg dibuka : technical posistion which has career path to management. Oil company —

    Si A : lulusan Master dari Eropa. GPA 3.2. menguasai 3 bahasa asing lancar. Yes.. literally lancar. Bukan cuma sekedar basic doang. Pengalaman 4 tahun di bidang yang dilamar. skills A.B.C.D.E.F.G.H. Sertifikasi X.Y.Z )
    si B : lulusan Bachelor lokal. Univ negeri di jawa tengah (Bukan Jogjakarta!). GPA 3.3. menguasai bahasa asing/inggris agak lebih baik dari si A. slightly better karena si B ini SMP nya pernah di Amerika. pengalaman 6,5 tahun di bidang yg dilamar. skills A.B.C.D.E.F.G.H.I.J.K Sertifikasi X.Y)

    Surat lamaran sama2 eyecatching. Sama2 gemar olahraga & bisa bermain musik. Semua skor seimbang. lalu decision makingnya gimana tuwh pak? Berdasarkan degree bachelor/master? Berdasarkan GPA? Berdasarkan pengalaman? Berdasarkan banyaknya skills/sertifikasi? (sertifikasi juga menunjukkan skills lhoh.., karena studi kasus di soal2 sertifikasi sama “riil” nya spt di lapangan, kalau lulus sertifikasi kan dia setidaknya sudah belajar. meaning.. ber-pengetahuan)

    Mohon petunjuk bagi saya yg masih awam. Hehehe..

    Salam

    1. Keduanya menarik, decisionnya making berdasarkan apa? berdasarkan kontribusi apa yang kiranya bisa diberikan. cara taunya gimana? next step ada yang namanya interview, berhadapan langsung dengan yang bersangkutan untuk mengetahui lebih dalam karakter yang bersangkutan. bakal bisa dilihat gimana sih antara yang dituliskan di CV dengan kenyataan. CV itu bagaimana kita membuat pihak yang dilamar ‘tertarik’ dengan yang melamar, bukan untuk ‘langsung diterima’. Satu lagi yang perlu diperhatikan mengenai skill, pengalaman, track edukasi dll, disitu ditulis “technical posistion which has career path “to management”” jadi sudah barang pasti ‘softskill’ bakal sangat dilihat disini disamping hardskill. di CV mereka menulis gambaran hardskill, di interview pihak recruitment bakal membongkar softskill mereka 🙂

      Semoga bisa ‘ditangkap’ jawaban versi saya yang masih awam juga ini..hehe..
      salam.

  2. hallo,,saya tertarik sekali membaca ini,,tapi ada yg ingin saya tanyakan,,perlukah sedikit merendahkan diri dlm cv atau just like what you told di akhir cv dengan kata lets discuss bla bla bla,,seakan posisi kita setara dengan penerima cv…? thanks for the ans 🙂

    1. just be honest and make it interesting 🙂
      Kalau cv dibuat lebih ‘tinggi’ dari yang sebenarnya, bisa saja si pelamar ‘terbunuh’ di sesi interview. Sebaliknya jika cv lebih rendah, bisa saja ada kemungkinan menjadi ‘kurang’ menarik dibanding cv pelamar lain, alhasil bisa saja si pelamar kehilangan kesempatan untuk lanjut ke tahap seleksi berikutnya 🙂

      Salam.

  3. mas agus, jika ada lowongan pekerjaan perusahaan di indonesia dalam bentuk bahasa inggris dalam apakah membuat lamarannya juga bahasa inggris?

    1. kalau tidak ada ketentuan harus bahasa inggris sebenarnya oke-oke saja pake bahasa indonesia. Tapi karena iklannya bahasa inggris, jadi asumsinya perusahaannya juga fine dalam bahasa inggris, dan bisa jadi mereka kasih nilai plus dengan lamaran bahasa inggris.
      Yang penting cari tahu, kenali, pahami perusahaannya 🙂

Komen dimari gann....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s